Kamis, 29 November 2012

MATERI PAI KELAS X



SILABUS
Toleransi

Manusia diciptakan sebagai makluk paling sempurna oleh Allah SWT. Dia tiupkan ruh kedalam tubuh manusia tatkala masih berupa janin. Ruh manusia itu adalah ruh ciptaan Allah swt, bukan ruh yang terjadi seperti teori filsafat materialisme.

Dengan ruh itu, manusia mampu berpikir dan memahami serta memiliki ikatan yang kuat dengan Allah. Ikatan itu tidak mungkin diputuskan karena pengikat itu merupakan perwujudan sifat pengasih Allah kepada manusia.



Manusia diciptakan Allah melalui perantara kedua Ibu/Bapak yang diawali sejak dalam kandungan. Setelah lahir, manusia tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan tua hingga datang ajal kematian.

Setelah proses kematian, manusia akan dihisab (diadili) di hadapan Allah SWT. Untuk mempertanggug jawabkan amal perbuatannya seperti akhlak, mulut, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, pemikiran dan hatinya ketika hidup didunia.

Keterangan lebih lanjut lihat Qs. Yasin: 65, Qs.Al-Isra': 36, Qs. Al-A'raf: 180, dan Qs. Al-Jaasiyah: 26). Setelah proses pengadilan akhirat manusia akan menerima ganjaran atau pembalasan sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.

(Keterangan lebih lanjut lihat Qs. Maryam: 33, Qs. An-Nahl: 38, Qs. Al-baqarah: 28, dan Qs. Al-Jasiyah: 26).

Buku PAI Kelas X (Yudhistira)

0 komentar:

Poskan Komentar